Warga Indonesia Antusias Ikuti Deklarasi Pemilu Damai di Belanda


Deklarasi Pemilu Damai
 

[Den Haag, 9 Februari 2019] Warga Indonesia di Belanda sangat antusias menyambut pelaksanaan pemilu tahun 2019. Sekitar 17 organisasi yang terdiri dari perwakilan partai politik, tim sukses, tim relawan dan organisasi kemasyarakatan warga Indonesia di Belanda menghadiri acara Sosialisasi dan Deklarasi Pemilu Damai yang diselenggarakan oleh PPLN Den Haag di Aula Nusantara KBRI Den Haag.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja menyambut positif kegiatan ini dan berharap proses demokrasi yang sudah kita capai sejak 1998 dapat semakin baik untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Beliau melanjutkan, bahwa Pemilu tahun 2019 merupakan pemilu bersejarah karena untuk pertamakalinya dilakukan secara serentak untuk memilih Calon Presiden dan Wakil Presiden dan anggota DPR RI.

Sejalan dengan itu, Moeljo Wijono Ketua PPLN Den Haag menilai tingginya antusias warga Indonesia menyambut pemilu seiring dengan semakin banyaknya perwakilan partai politik, tim sukses dan organisasi relawan yang ada di Belanda. Pemungutan suara di Belanda akan diadakan pada hari Sabtu, 13 April 2019. Lebih awal dari pelaksanaan Pemilu di Indonesia yang diadakan pada tanggal 17 April 2019. Meskipun pemungutan suara dilaksanakan lebih awal, proses penghitungan suara tetap akan dilakukan pada tanggal 17 April 2019 serentak dengan proses penghitungan suara di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Panwaslu LN Den Haag, Arie Purwanto menyambut baik inisiatif kegiatan ini untuk meningkatkan partisipasi warga Indonesia yang ada di luar negeri, khususnya di Belanda untuk mengikuti pemilu serentak.

Warga Negara Indonesia yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Belanda menurut PPLN Den Haag sudah sebanyak 11.744 orang, yang terdiri dari 9.700 orang TPS dan 2.044 orang POS. Sementara itu terdapat 6 orang dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTB) dan 248 orang dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK). Jumlah ini akan terus bertambah menjelang pelaksanaan Pemilu karena diperkirakan banyak warga Indonesia yang akan mengunjungi Belanda pada saat musim bunga tulip di bulan April.